Contoh Program Source Code /

Jenis-Jenis Algoritma Penjadwalan

Posted on1/06/2016
Join with us

Jenis-Jenis Algoritma Penjadwalan 

Dalam matematika & komputasi, algoritma adl kumpulan perintah u. menyelesaikan suatu masalah. Perintah-perintah ini dpt diterjemahkan secara bertahap dari awal hingga akhir. Masalah tersebut dpt berupa apa saja, dg catatan u. setiap masalah, ada kriteria kondisi awal yang harus dipenuhi sebelum menjalankan algoritma. Algoritma akan dpt selalu berakhir u. semua kondisi awal yang memenuhi kriteria, dalam hal ini berbeda dg heuristik. Algoritma sering mempunyai langkah pengulangan (iterasi) / memerlukan keputusan (logika Boolean & perbandingan) sampai tugasnya selesai.

Jenis-Jenis Algoritma Penjadwalan
Jenis-Jenis Algoritma Penjadwalan 

Jenis-jenis algoritma penjadwalan adl sebagai berikut :

1.  Non Preemptive, menggunakan konsep :


  • FIFO (First In First Out) / FCFS (First Come First Serve)
  • SJF (Shortest Job First)
  • HRN (Highest Ratio Next)
  • MFQ (Multiple Feedback Queues)

2.  Preemptive, menggunakan konsep :

RR (Round Robin)
SRF (Shortest Remaining First)
PS (Priority Schedulling)
GS (Guaranteed Schedulling)

Klasifikasi lain selain berdasarkan dpt/tidaknya suatu proses diambil secara paksa adl klasifikasi berdasarkan adanya prioritas di proses-proses, yaitu :

  1. Algoritma penjadwalan tanpa berprioritas.
  2. Algoritma penjadwalan berprioritas, terdiri dari :
  • Berprioritas static
  • Berprioritas dinamis

Algoritma Nonpreemptive

1)      First In First Out (FIFO)

First In First Out (FIFO) adl penjadwalan tidak berprioritas. FIFO adl penjadwalan paling sederhana, yaitu proses-proses diberi jatah waktu pemroses berdasarkan waktu kedatangan. pd saat proses mendpt jatah waktu pemroses, proses dijalankan sampai selesai.
Penilaian penjadwalan ini berdasarkan kriteria optimasi :

  1. Adil, dalam arti resmi (proses yang datang duluan akan dilayani lebih dulu), tapi dinyatakan tidak adil karena job-job yang memerlukan waktu lama membuat job-job pendek menunggu. Job-job yang tidak penting dpt membuat job-job penting menunggu lama.
  2. Efisiensi, sangat efisien.
  3. Waktu tanggap sangat jelek, tidak cocok u. sistem interaktif apalagi u. sistem waktu nyata.
  4. Turn around time kurang baik.
  5. Throughtput kurang baik. FIFO jarang dipakai secara mandiri, tetapi dikombinasikan dg skema lain.
  6. Baik u. sistem batch yang sangat jarang berinteraksi dg pemakai.
  7. Contoh : aplikasi analisis numerik, maupun pembuatan tabel.
  8. Sangat tidak baik (tidak berguna) u. sistem interaktif, karena tidak memberi waktu tanggap yang baik.
  9. Tidak dpt dipakai u. sistem waktu nyata (real-time applications).

2)      Shortest Job First (SJF)

Penjadwalan ini mengasumsikan waktu berjalannya proses sampai selesai telah diketahui sebelumnya. Mekanismenya adl menjadwalkan proses dg waktu jalan terpendek lebih dulu sampai selesai, sehingga memberikan efisiensi yang tinggi & turn around time rendah & penjadwalannya tak berprioritas.

Contoh :

Terdpt empat proses (job) yaitu A,B,C,D dg waktu jalannya masing-masing adl 8,4,4 & 4 menit. Apabila proses-proses tersebut dijalankan, maka turn around time u. A adl 8 menit, u. B adl 12, u. C adl 16 & u. D adl 20. Apabila keempat proses tersebut menggunakan penjadwalan shortest job fisrt, maka turn around time u. B adl 4, u. C adl 8, u. D adl 12 & u. A adl 20.

Karena SJF selalu memperhatikan rata-rata waktu respon terkecil, maka sangat baik u. proses interaktif. Umumnya proses interaktif punya pola, yaitu menunggu perintah, menjalankan perintah, menunggu perintah & menjalankan perintah, begitu seterusnya. Masalah yang muncul adl tidak mengetahui ukuran job saat job masuk. u. mengetahui ukuran job adl dg membuat estimasi berdasarkan kelakukan sebelumnya. Prosesnya tidak datang bersamaan, sehingga penetapannya harus dinamis. Penjadwalan ini jarang dipakai karena adl kajian teoritis u. pembandingan turn around time.

3)      Highest Ratio Next (HRN)

Highest Ratio Next adl strategi penjadwalan dg prioritas proses tidak hanya berdasarkan fungsi waktu layanan tetapi juga jumlah waktu tunggu proses. Begitu proses mendpt jatah pemroses, proses berjalan sampai selesai.

Prioritas dinamis HRN dihitung berdasarkan rumus : Prioritas = (waktu tunggu + waktu layanan ) / waktu layanan Karena waktu layanan muncul sebagai pembagi, maka job lebih pendek berprioritas lebih baik, karena waktu tunggu sebagai pembilang maka proses yang telah menunggu lebih lama juga mempunyai kesempatan lebih bagus. Disebut HRN, karena waktu tunggu ditambah waktu layanan adl waktu tanggap, yang berarti waktu tanggap tertinggi yang harus dilayani.

4)      Multiple Feedback Queues (MFQ)

adl penjadwalan berprioritas dinamis. Penjadwalan ini u. mencegah (mengurangi) banyaknya swappingdengan proses-proses yang sangat banyak menggunakan pemroses (karena menyelesaikan tugasnya memakan waktu lama) diberi jatah waktu (jumlah kwanta) lebih banyak dalam satu waktu. Penjadwalan ini juga menghendaki kelas-kelas prioritas bagi proses-proses yang ada. Kelas tertinggi berjalan selama satu kwanta, kelas berikutnya berjalan selama dua kwanta, kelas berikutnya berjalan empat kwanta, & seterusnya. Ketentuan yang berlaku adl sebagai berikut :
  • Jalankan proses pd kelas tertinggi.
  • Jika proses menggunakan seluruh kwanta yang dialokasikan, maka diturunkan kelas prioritasnya.
  • Proses yang masuk u. pertama kali ke sistem langsung diberi kelas tertinggi.

Mekanisme ini mencegah proses yang memerlukan berjalan lama swapping berkali-kali & mencegah proses-proses interaktif yang singkat harus menunggu lama.

Algoritma Preemptive

Jenis-Jenis Algoritma Penjadwalan 

1)      Round Robin (RR)

adl :
  • Penjadwalan yang paling tua, sederhana, adil, banyak dipakai algoritmanya & mudah diimplementasikan.
  • Penjadwalan ini bukan dipreempt oleh proses lain tetapi oleh penjadwal berdasarkan lama waktu berjalannya proses (preempt by time).
  • Penjadwalan tanpa prioritas.
  • Berasumsi bahwa semua proses punya kepentingan yang sama, sehingga tidak ada prioritas tertentu. Semua proses dianggap penting sehingga diberi sejumlah waktu oleh pemroses yang disebut kwanta (quantum) / time slice dimana proses itu berjalan.Jika proses masih running sampai akhir quantum, maka CPU akan mempreempt proses itu & memberikannya ke proses lain. Penjadwal membutuhkannya dg memelihara daftar proses dari runnable. Ketika quantum habis u. satu proses tertentu, maka proses tersebut akan diletakkan diakhir daftar (list).

2)      Shortest Remaining First (SRF)

adl :
  • Penjadwalan berprioritas.dinamis.
  • preemptive u. timesharing
  • Melengkapi SJF

Pada SRF,  proses dg sisa waktu jalan diestimasi terendah dijalankan, termasuk proses-proses yang baru tiba.Pada SJF, begitu proses dieksekusi, proses dijalankan sampai selesai.Pada SRF, proses yang sedang berjalan (running) dpt diambil alihproses baru dg sisa waktu jalan yang diestimasi lebih rendah.
Kelemahan :
  • Mempunyai overhead lebih besar dibanding SJF. SRF memerlukan penyimpanan waktu layanan yang telah dihabiskan job & kadang-kadang harus menangani peralihan.
  • Tibanya proses-proses kecil akan segera dijalankan.
  • Job-job lebih lama berarti dg lama & variasi waktu tunggu lebih lama dibanding pd SJF.

SRF memerlukan menyimpan waktu layanan yang telah dihabiskan , menambah overhead. Secara teoritis, SRF memberi waktu tunggu minimum tetapi karena overhead peralihan, maka pd situasi tertentu SFJ bisa memberi kinerja lebih baik dibanding SRF.

3). Priority Schedulling (PS)

Setiap proses diberi prioritas & proses yang berprioritas tertinggi mendpt jatah waktu lebih dulu (running). Diasumsikan bahwa masing-masing proses punya prioritas tertentu, sehingga akan dilaksanakan berdasar prioritas yang dimilikinya. Ilustrasi yang dpt memperjelas prioritas tersebut adl dalam komputer militer, dimana proses dari jendral berprioritas 100, proses dari kolonel 90, mayor berprioritas 80, kapten berprioritas 70, letnan berprioritas 60 & seterusnya. Dalam UNIX perintah u. mengubah prioritas menggunakan perintah nice. Pemberian prioritas diberikan secara:

1)      Statis (Static Priorities) berarti prioritas tidak berubah.

Keunggulan :

• Mudah diimplementasikan.
• Mempunyai overhead relatif kecil.


Kelemahan :

• Tidak tanggap terhadap perubahan lingkungan yang mungkin menghendaki penyesuaian prioritas.

2)      Dinamis (Dynamic Priorities)

adl mekanisme u. menanggapi perubahan lingkungan system beroperasi. Prioritas awal yang diberikan ke proses mungkin hanya berumur pendek setelah disesuaikan ke nilai yang lebih tepat sesuai lingkungan.

Kelemahan :

Implementasi mekanisme prioritas dinamis lebih kompleks & mempunyai overhead lebih besar. Overhead ini diimbangi dg peningkatan daya tanggap sistem.

Contoh penjadwalan berprioritas :


Proses-proses yang sangat banyak operasi masukan/keluaran menghabiskan kebanyakan waktu menunggu selesainya operasinya masukan/keluaran. Proses-proses ini diberi prioritas sangat tinggi sehingga begitu proses Memerlukan pemroses segera diberikan, proses akan segera memulai permintaan masukan/keluaran berikutnya sehingga menyebabkan proses blocked menunggu selesainya operasi masukan/keluaran. dg demikian pemroses dpt dipergunakan proses-proses lain. Proses-proses I/O berjalan paralel bersama proses-proses lain yang benar-benar memerlukan pemroses, sementara proses-proses I/O itu menunggu selesainya operasi DMA.

Proses-proses yang sangat banyak operasi I/O-nya, kalau harus menunggu lama u. memakai pemroses (karena prioritas rendah) hanya akan membebani memori, karena harus disimpan tanpa memerlukan proses-proses itu dimemori karena tidak selesai-selesai menunggu operasi masukan & menunggu jatah pemroses.

4)   Guaranteed Schedulling (GS)

Penjadwalan ini memberikan janji yang realistis (memberi daya pemroses yang sama) u. membuat & menyesuaikan performance adl jika ada N pemakai, sehingga setiap proses (pemakai) akan mendptkan 1/N dari daya pemroses CPU. u. mewujudkannya, sistem harus selalu menyimpan informasi tentang jumlah waktu CPU u. semua proses sejak login & juga berapa lama pemakai sedang login.

Kemudian jumlah waktu CPU, yaitu waktu mulai login dibagi dg n, sehingga lebih mudah menghitung rasio waktu CPU. Karena jumlah waktu pemroses tiap pemakai dpt diketahui, maka dpt dihitung rasio antara waktu pemroses yang sesungguhnya harus diperoleh, yaitu 1/N waktu pemroses seluruhnya & waktu pemroses yang telah diperu.kan proses itu. Rasio 0,5 berarti sebuah proses hanya punya 0,5 dari apa yang waktu CPU miliki & rasio 2,0 berarti sebuah proses hanya punya 2,0 dari apa yang waktu CPU miliki.

Algoritma akan menjalankan proses dg rasio paling rendah hingga naik ketingkat lebih tinggi diatas pesaing terdekatnya. Ide sederhana ini dpt diimplementasikan ke sistem real-time & punya penjadwalan berprioritas dinamis.

Jenis-Jenis Algoritma Penjadwalan



Jenis-Jenis Algoritma Penjadwalan 

Dalam matematika & komputasi, algoritma adl kumpulan perintah u. menyelesaikan suatu masalah. Perintah-perintah ini dpt diterjemahkan secara bertahap dari awal hingga akhir. Masalah tersebut dpt berupa apa saja, dg catatan u. setiap masalah, ada kriteria kondisi awal yang harus dipenuhi sebelum menjalankan algoritma. Algoritma akan dpt selalu berakhir u. semua kondisi awal yang memenuhi kriteria, dalam hal ini berbeda dg heuristik. Algoritma sering mempunyai langkah pengulangan (iterasi) / memerlukan keputusan (logika Boolean & perbandingan) sampai tugasnya selesai.

Jenis-Jenis Algoritma Penjadwalan
Jenis-Jenis Algoritma Penjadwalan 

Jenis-jenis algoritma penjadwalan adl sebagai berikut :

1.  Non Preemptive, menggunakan konsep :


  • FIFO (First In First Out) / FCFS (First Come First Serve)
  • SJF (Shortest Job First)
  • HRN (Highest Ratio Next)
  • MFQ (Multiple Feedback Queues)

2.  Preemptive, menggunakan konsep :

RR (Round Robin)
SRF (Shortest Remaining First)
PS (Priority Schedulling)
GS (Guaranteed Schedulling)

Klasifikasi lain selain berdasarkan dpt/tidaknya suatu proses diambil secara paksa adl klasifikasi berdasarkan adanya prioritas di proses-proses, yaitu :

  1. Algoritma penjadwalan tanpa berprioritas.
  2. Algoritma penjadwalan berprioritas, terdiri dari :
  • Berprioritas static
  • Berprioritas dinamis

Algoritma Nonpreemptive

1)      First In First Out (FIFO)

First In First Out (FIFO) adl penjadwalan tidak berprioritas. FIFO adl penjadwalan paling sederhana, yaitu proses-proses diberi jatah waktu pemroses berdasarkan waktu kedatangan. pd saat proses mendpt jatah waktu pemroses, proses dijalankan sampai selesai.
Penilaian penjadwalan ini berdasarkan kriteria optimasi :

  1. Adil, dalam arti resmi (proses yang datang duluan akan dilayani lebih dulu), tapi dinyatakan tidak adil karena job-job yang memerlukan waktu lama membuat job-job pendek menunggu. Job-job yang tidak penting dpt membuat job-job penting menunggu lama.
  2. Efisiensi, sangat efisien.
  3. Waktu tanggap sangat jelek, tidak cocok u. sistem interaktif apalagi u. sistem waktu nyata.
  4. Turn around time kurang baik.
  5. Throughtput kurang baik. FIFO jarang dipakai secara mandiri, tetapi dikombinasikan dg skema lain.
  6. Baik u. sistem batch yang sangat jarang berinteraksi dg pemakai.
  7. Contoh : aplikasi analisis numerik, maupun pembuatan tabel.
  8. Sangat tidak baik (tidak berguna) u. sistem interaktif, karena tidak memberi waktu tanggap yang baik.
  9. Tidak dpt dipakai u. sistem waktu nyata (real-time applications).

2)      Shortest Job First (SJF)

Penjadwalan ini mengasumsikan waktu berjalannya proses sampai selesai telah diketahui sebelumnya. Mekanismenya adl menjadwalkan proses dg waktu jalan terpendek lebih dulu sampai selesai, sehingga memberikan efisiensi yang tinggi & turn around time rendah & penjadwalannya tak berprioritas.

Contoh :

Terdpt empat proses (job) yaitu A,B,C,D dg waktu jalannya masing-masing adl 8,4,4 & 4 menit. Apabila proses-proses tersebut dijalankan, maka turn around time u. A adl 8 menit, u. B adl 12, u. C adl 16 & u. D adl 20. Apabila keempat proses tersebut menggunakan penjadwalan shortest job fisrt, maka turn around time u. B adl 4, u. C adl 8, u. D adl 12 & u. A adl 20.

Karena SJF selalu memperhatikan rata-rata waktu respon terkecil, maka sangat baik u. proses interaktif. Umumnya proses interaktif punya pola, yaitu menunggu perintah, menjalankan perintah, menunggu perintah & menjalankan perintah, begitu seterusnya. Masalah yang muncul adl tidak mengetahui ukuran job saat job masuk. u. mengetahui ukuran job adl dg membuat estimasi berdasarkan kelakukan sebelumnya. Prosesnya tidak datang bersamaan, sehingga penetapannya harus dinamis. Penjadwalan ini jarang dipakai karena adl kajian teoritis u. pembandingan turn around time.

3)      Highest Ratio Next (HRN)

Highest Ratio Next adl strategi penjadwalan dg prioritas proses tidak hanya berdasarkan fungsi waktu layanan tetapi juga jumlah waktu tunggu proses. Begitu proses mendpt jatah pemroses, proses berjalan sampai selesai.

Prioritas dinamis HRN dihitung berdasarkan rumus : Prioritas = (waktu tunggu + waktu layanan ) / waktu layanan Karena waktu layanan muncul sebagai pembagi, maka job lebih pendek berprioritas lebih baik, karena waktu tunggu sebagai pembilang maka proses yang telah menunggu lebih lama juga mempunyai kesempatan lebih bagus. Disebut HRN, karena waktu tunggu ditambah waktu layanan adl waktu tanggap, yang berarti waktu tanggap tertinggi yang harus dilayani.

4)      Multiple Feedback Queues (MFQ)

adl penjadwalan berprioritas dinamis. Penjadwalan ini u. mencegah (mengurangi) banyaknya swappingdengan proses-proses yang sangat banyak menggunakan pemroses (karena menyelesaikan tugasnya memakan waktu lama) diberi jatah waktu (jumlah kwanta) lebih banyak dalam satu waktu. Penjadwalan ini juga menghendaki kelas-kelas prioritas bagi proses-proses yang ada. Kelas tertinggi berjalan selama satu kwanta, kelas berikutnya berjalan selama dua kwanta, kelas berikutnya berjalan empat kwanta, & seterusnya. Ketentuan yang berlaku adl sebagai berikut :
  • Jalankan proses pd kelas tertinggi.
  • Jika proses menggunakan seluruh kwanta yang dialokasikan, maka diturunkan kelas prioritasnya.
  • Proses yang masuk u. pertama kali ke sistem langsung diberi kelas tertinggi.

Mekanisme ini mencegah proses yang memerlukan berjalan lama swapping berkali-kali & mencegah proses-proses interaktif yang singkat harus menunggu lama.

Algoritma Preemptive

Jenis-Jenis Algoritma Penjadwalan 

1)      Round Robin (RR)

adl :
  • Penjadwalan yang paling tua, sederhana, adil, banyak dipakai algoritmanya & mudah diimplementasikan.
  • Penjadwalan ini bukan dipreempt oleh proses lain tetapi oleh penjadwal berdasarkan lama waktu berjalannya proses (preempt by time).
  • Penjadwalan tanpa prioritas.
  • Berasumsi bahwa semua proses punya kepentingan yang sama, sehingga tidak ada prioritas tertentu. Semua proses dianggap penting sehingga diberi sejumlah waktu oleh pemroses yang disebut kwanta (quantum) / time slice dimana proses itu berjalan.Jika proses masih running sampai akhir quantum, maka CPU akan mempreempt proses itu & memberikannya ke proses lain. Penjadwal membutuhkannya dg memelihara daftar proses dari runnable. Ketika quantum habis u. satu proses tertentu, maka proses tersebut akan diletakkan diakhir daftar (list).

2)      Shortest Remaining First (SRF)

adl :
  • Penjadwalan berprioritas.dinamis.
  • preemptive u. timesharing
  • Melengkapi SJF

Pada SRF,  proses dg sisa waktu jalan diestimasi terendah dijalankan, termasuk proses-proses yang baru tiba.Pada SJF, begitu proses dieksekusi, proses dijalankan sampai selesai.Pada SRF, proses yang sedang berjalan (running) dpt diambil alihproses baru dg sisa waktu jalan yang diestimasi lebih rendah.
Kelemahan :
  • Mempunyai overhead lebih besar dibanding SJF. SRF memerlukan penyimpanan waktu layanan yang telah dihabiskan job & kadang-kadang harus menangani peralihan.
  • Tibanya proses-proses kecil akan segera dijalankan.
  • Job-job lebih lama berarti dg lama & variasi waktu tunggu lebih lama dibanding pd SJF.

SRF memerlukan menyimpan waktu layanan yang telah dihabiskan , menambah overhead. Secara teoritis, SRF memberi waktu tunggu minimum tetapi karena overhead peralihan, maka pd situasi tertentu SFJ bisa memberi kinerja lebih baik dibanding SRF.

3). Priority Schedulling (PS)

Setiap proses diberi prioritas & proses yang berprioritas tertinggi mendpt jatah waktu lebih dulu (running). Diasumsikan bahwa masing-masing proses punya prioritas tertentu, sehingga akan dilaksanakan berdasar prioritas yang dimilikinya. Ilustrasi yang dpt memperjelas prioritas tersebut adl dalam komputer militer, dimana proses dari jendral berprioritas 100, proses dari kolonel 90, mayor berprioritas 80, kapten berprioritas 70, letnan berprioritas 60 & seterusnya. Dalam UNIX perintah u. mengubah prioritas menggunakan perintah nice. Pemberian prioritas diberikan secara:

1)      Statis (Static Priorities) berarti prioritas tidak berubah.

Keunggulan :

• Mudah diimplementasikan.
• Mempunyai overhead relatif kecil.


Kelemahan :

• Tidak tanggap terhadap perubahan lingkungan yang mungkin menghendaki penyesuaian prioritas.

2)      Dinamis (Dynamic Priorities)

adl mekanisme u. menanggapi perubahan lingkungan system beroperasi. Prioritas awal yang diberikan ke proses mungkin hanya berumur pendek setelah disesuaikan ke nilai yang lebih tepat sesuai lingkungan.

Kelemahan :

Implementasi mekanisme prioritas dinamis lebih kompleks & mempunyai overhead lebih besar. Overhead ini diimbangi dg peningkatan daya tanggap sistem.

Contoh penjadwalan berprioritas :


Proses-proses yang sangat banyak operasi masukan/keluaran menghabiskan kebanyakan waktu menunggu selesainya operasinya masukan/keluaran. Proses-proses ini diberi prioritas sangat tinggi sehingga begitu proses Memerlukan pemroses segera diberikan, proses akan segera memulai permintaan masukan/keluaran berikutnya sehingga menyebabkan proses blocked menunggu selesainya operasi masukan/keluaran. dg demikian pemroses dpt dipergunakan proses-proses lain. Proses-proses I/O berjalan paralel bersama proses-proses lain yang benar-benar memerlukan pemroses, sementara proses-proses I/O itu menunggu selesainya operasi DMA.

Proses-proses yang sangat banyak operasi I/O-nya, kalau harus menunggu lama u. memakai pemroses (karena prioritas rendah) hanya akan membebani memori, karena harus disimpan tanpa memerlukan proses-proses itu dimemori karena tidak selesai-selesai menunggu operasi masukan & menunggu jatah pemroses.

4)   Guaranteed Schedulling (GS)

Penjadwalan ini memberikan janji yang realistis (memberi daya pemroses yang sama) u. membuat & menyesuaikan performance adl jika ada N pemakai, sehingga setiap proses (pemakai) akan mendptkan 1/N dari daya pemroses CPU. u. mewujudkannya, sistem harus selalu menyimpan informasi tentang jumlah waktu CPU u. semua proses sejak login & juga berapa lama pemakai sedang login.

Kemudian jumlah waktu CPU, yaitu waktu mulai login dibagi dg n, sehingga lebih mudah menghitung rasio waktu CPU. Karena jumlah waktu pemroses tiap pemakai dpt diketahui, maka dpt dihitung rasio antara waktu pemroses yang sesungguhnya harus diperoleh, yaitu 1/N waktu pemroses seluruhnya & waktu pemroses yang telah diperu.kan proses itu. Rasio 0,5 berarti sebuah proses hanya punya 0,5 dari apa yang waktu CPU miliki & rasio 2,0 berarti sebuah proses hanya punya 2,0 dari apa yang waktu CPU miliki.

Algoritma akan menjalankan proses dg rasio paling rendah hingga naik ketingkat lebih tinggi diatas pesaing terdekatnya. Ide sederhana ini dpt diimplementasikan ke sistem real-time & punya penjadwalan berprioritas dinamis.

Jenis-Jenis Algoritma Penjadwalan


Jenis-Jenis Algoritma Penjadwalan | Contoh Program

Source CodeJenis-Jenis Algoritma Penjadwalan

Source Code Tutorial belajar Gratis download Flow Chart PDF ZIP RAR DOC Java C# Visual Basic VB PHP Matlab C++ Penerapan implementasi metode algoritma pemrograman

Tutorial belajarJenis-Jenis Algoritma Penjadwalan

VB PHP Matlab C++ Penerapan implementasi metode algoritma pemrograman Source Code Tutorial belajar Gratis download Flow Chart PDF ZIP RAR DOC Java C# Visual Basic

Gratis downloadJenis-Jenis Algoritma Penjadwalan

Chart PDF ZIP RAR DOC Java C# Visual Basic VB PHP Matlab C++ Penerapan implementasi metode algoritma pemrograman Source Code Tutorial belajar Gratis download Flow

Penerapan implementasiJenis-Jenis Algoritma Penjadwalan Jenis-Jenis Algoritma Penjadwalan

Posted by: Metode-Algoritma.comJenis-Jenis Algoritma Penjadwalan | Contoh ProgramUpdated at :







Konsultasi Gratis

Jika ada yang ingin di tanyakan, Kamu bisa melakukan konsultasi gratis kepada team metode-algoritma.com melalui form di bawah. Mohon isi email dengan benar, karena hasil konsultasi akan di kirimkan ke email kamu.


Jenis-Jenis Algoritma Penjadwalan | Contoh Program

Label:,,,

Copyright © 2013 metode-algoritma.com Allright Reserved|about|sitemap|

Konsultasi gratis