programer skripsi tesis tugas akhir
-

Contoh Program Source Code   /

Advance Entryption Standard (AES)

Posted on 17.48
Join with us

Advance Entryption Standard (AES)

Advanced Encryption Standard (AES) adl algoritma cryptographic yg dapat digunkan untuk mengamakan data. Algoritma AES adl blokchipertext simetrik yg dapat mengenkripsi (encipher) & dekripsi (decipher) infoermasi. Enkripsi merubah data yg tidak dapat lagi dibaca disebut ciphertext; sebaliknya dekripsi adl merubah ciphertext data menjadi bentuk semula yg kita kenal sebagai plaintext. Algoritma AES is mengunkan kunci kriptografi 128, 192, & 256 bits untuk mengenkrip & dekrip data pada blok 128 bits.

AES (Advanced Encryption Standard) adl lanjutan dari algoritma enkripsi standar DES (Data Encryption Standard) yg masa berlakunya dianggap tlh usai karena faktor keamanan.Kecepatan komputer yg sangat pesat dianggap sangat membahayakan DES, sehingga pada tanggal 2 Maret tahun 2001 ditetapkanlah algoritma baru Rijndael sebagai AES. Kriteria pemilihan AES didasarkan pada 3 kriteria utama yaitu : keamanan, harga, & karakteristik algoritma beserta implementasinya.

Keamanan adl faktor terpenting dlm evaluasi (minimal seaman triple DES), yg meliputi ketahanan terhadap semua analisis sandi yg tlh diketahui & diharapkan dapat menghadapi analisis sandi yg belum diketahui.Di samping itu, AES juga harus dapat digunakan secara bebas tanpa harus membayar royalti, & juga murah untuk diimplementasikan pada smart card yg memiliki ukuran memori kecil. AES juga harus efisien & cepat (minimal secepat Triple DES) dijalankan dlm berbagai mesin 8 bit hingga 64 bit, & berbagai perangkat lunak. DES memakai stuktur Feistel yg memiliki kelebihan bahwa struktur enkripsi & dekripsinya sama, meskipun memakai fungsi F yg tidak invertibel. Kelemahan Feistel yg utama adl bahwa pada setiap ronde, hanya setengah data yg diolah.Sedangkan AES memakai struktur SPN (Substitution Permutation Network) yg memiliki derajat paralelisme yg lebih besar, sehingga diharapkan lebih cepat dari pada Feistel.

Kelemahan SPN pada umumnya (termasuk pada Rijndael) adl berbedanya struktur enkripsi & dekripsi sehingga diperlukan dua algoritma yg berbeda untuk enkripsi & 21 dekripsi.Dan tentu pula tingkat keamanan enkripsi & dekripsinya menjadi berbeda. AES memiliki blok masukan & keluaran serta kunci 128 bit. Untuk tingkat keamanan yg lebih tinggi, AES dapat memakai kunci 192 & 256 bit. Setiap masukan 128 bit plaintext dimasukkan ke dlm state yg berbentuk bujursangkar berukuran 4×4 byte. State ini di-XOR dengan key & selanjutnya diolah 10 kali dengan subtitusi-transformasi linear-Addkey. Dan di akhir diperoleh ciphertext. Berikut ini adl operasi Rijndael (AES) yg memakai 128 bit kunci:

- Ekspansi kunci utama (dari 128 bit menjadi 1408 bit)
- Pencampuran subkey.
- Ulang dari i=1 sampai i=10 Transformasi : ByteSub (subtitusi per byte) ShiftRow   (Pergeseren byte perbaris) MixColumn (Operasi perkalian GF(2) per kolom)
- Pencampuran subkey (dengan XOR)
- Transformasi : ByteSub & ShiftRow
- Pencampuran subkey Kesimpulan yg didapat adl :
- AES terbukti kebal menghadapi serangan konvensional (linear & diferensial attack) yg memakai statistik untuk memecahkan sandi.
- Kesederhanaan AES memberikan keuntungan berupa kepercayaan bahwa AES tidak ditanami trapdoor.
- Namun, kesederhanaan struktur AES juga membuka kesempatan untuk mendapatkan persamaan aljabar AES yg selanjutnya akan diteliti apakah persamaan tersebut dapat dipecahkan
- Bila persamaan AES dapat dipecahkan dengan sedikit pasangan plaintext/ciphertext, maka riwayat AES akan berakhir.
- AES didesain dengan sangat hati-hati & baik sehingga setiap komponennya memiliki tugas yg jelas
- AES memiliki sifat cipher yg diharapkan yaitu : tahan menghadapi analisis sandi yg diketahui, fleksibel digunakan dlm berbagai perangkat keras & lunak, baik digunakan untuk fungsi hash karena tidak memiliki weak(semi weak) key, cocok untuk perangkat yg membutuhkan key agility yg cepat, & cocok untuk stream cipher.

Diagram Alir AES

Kembali melihat diagram yg ditunjukkan oleh Gambar 6. Seperti yg terlihat semua proses yg tlh dijelaskan sebelumnya terdapat pada diagram tersebut. Yang artinya adl mulai dari ronde kedua, dilakukan pengulangan terus menerus dengan rangkaian proses SubBytes, Shift Rows, Mix Columns, & Add Round Key, setelah itu hasil dari ronde tersebut akan digunakan pada ronde berikutnya dengan metode yg sama. Namun pada ronde kesepuluh, Proses Mix Columns tidak dilakukan, dengan kata lain urutan proses yg dilakukan adl Sub Bytes, Shift Rows, & Add Round Key, hasil dari Add Round Key inilah yg dijadikan sebagai chiperteks dari AES. Lebih jelasnya bisa dilihat dengan Gambar 13 & 14 yg akan menerangkan mengenai kasus tersebut. Dengan mengetahui semua proses yg ada pada AES, maka kita dapat memakainya dlm berbagai contoh kasus yg muncul di kehidupan sehari-hari.

Implementasi Advance Encryption Standard

AES / algoritma Rijndael sebagai salah satu algoritma yg penting tentu memiliki berbagai kegunaan yg sudah diaplikasikan / diimplementasikan di kehidupan sehari-hari yg tentu saja membutuhkan suatu perlindungan / penyembunyian informasi di dlm prosesnya.

Salah satu contoh penggunaan AES adl pada kompresi 7-Zip. Salah satu proses di dlm 7-Zip adl mengenkripsi isi dari data dengan memakai metode AES-256. Yang kuncinya dihasilkan melalui fungsi Hash.Perpaduan ini membuat suatu informasi yg terlindungi & tidak mudah rusak terutama oleh virus yg adl salah satu musuh besar dlm dunia komputer & informasi karena sifatnya adl merusak sebuah data.

Hal yg serupa digunakan pada WinZip sebagai salah satu perangkat lunak yg digunakan untuk melakukan kompresi. Tapi prinsip kompresi pun tidak sama dengan prinsip enkripsi. Karena kompresi adl mengecilkan ukuran suatu data, biasanya digunakan kode Huffman dlm melakukan hal tersebut. Contoh penggunaan lain adl pada perangkat lunak DiskCryptor yg kegunaannya adl mengenkripsi keseluruhan isi disk/partisi pada sebuah komputer. Metode enkripsi yg ditawarkan adl memakai AES-256, Twofish, / Serpent

[ Bersambung ke sini ]

Advance Entryption Standard (AES)

Advanced Encryption Standard (AES) adl algoritma cryptographic yg dapat digunkan untuk mengamakan data. Algoritma AES adl blokchipertext simetrik yg dapat mengenkripsi (encipher) & dekripsi (decipher) infoermasi. Enkripsi merubah data yg tidak dapat lagi dibaca disebut ciphertext; sebaliknya dekripsi adl merubah ciphertext data menjadi bentuk semula yg kita kenal sebagai plaintext. Algoritma AES is mengunkan kunci kriptografi 128, 192, & 256 bits untuk mengenkrip & dekrip data pada blok 128 bits.

AES (Advanced Encryption Standard) adl lanjutan dari algoritma enkripsi standar DES (Data Encryption Standard) yg masa berlakunya dianggap tlh usai karena faktor keamanan.Kecepatan komputer yg sangat pesat dianggap sangat membahayakan DES, sehingga pada tanggal 2 Maret tahun 2001 ditetapkanlah algoritma baru Rijndael sebagai AES. Kriteria pemilihan AES didasarkan pada 3 kriteria utama yaitu : keamanan, harga, & karakteristik algoritma beserta implementasinya.

Keamanan adl faktor terpenting dlm evaluasi (minimal seaman triple DES), yg meliputi ketahanan terhadap semua analisis sandi yg tlh diketahui & diharapkan dapat menghadapi analisis sandi yg belum diketahui.Di samping itu, AES juga harus dapat digunakan secara bebas tanpa harus membayar royalti, & juga murah untuk diimplementasikan pada smart card yg memiliki ukuran memori kecil. AES juga harus efisien & cepat (minimal secepat Triple DES) dijalankan dlm berbagai mesin 8 bit hingga 64 bit, & berbagai perangkat lunak. DES memakai stuktur Feistel yg memiliki kelebihan bahwa struktur enkripsi & dekripsinya sama, meskipun memakai fungsi F yg tidak invertibel. Kelemahan Feistel yg utama adl bahwa pada setiap ronde, hanya setengah data yg diolah.Sedangkan AES memakai struktur SPN (Substitution Permutation Network) yg memiliki derajat paralelisme yg lebih besar, sehingga diharapkan lebih cepat dari pada Feistel.

Kelemahan SPN pada umumnya (termasuk pada Rijndael) adl berbedanya struktur enkripsi & dekripsi sehingga diperlukan dua algoritma yg berbeda untuk enkripsi & 21 dekripsi.Dan tentu pula tingkat keamanan enkripsi & dekripsinya menjadi berbeda. AES memiliki blok masukan & keluaran serta kunci 128 bit. Untuk tingkat keamanan yg lebih tinggi, AES dapat memakai kunci 192 & 256 bit. Setiap masukan 128 bit plaintext dimasukkan ke dlm state yg berbentuk bujursangkar berukuran 4×4 byte. State ini di-XOR dengan key & selanjutnya diolah 10 kali dengan subtitusi-transformasi linear-Addkey. Dan di akhir diperoleh ciphertext. Berikut ini adl operasi Rijndael (AES) yg memakai 128 bit kunci:

- Ekspansi kunci utama (dari 128 bit menjadi 1408 bit)
- Pencampuran subkey.
- Ulang dari i=1 sampai i=10 Transformasi : ByteSub (subtitusi per byte) ShiftRow   (Pergeseren byte perbaris) MixColumn (Operasi perkalian GF(2) per kolom)
- Pencampuran subkey (dengan XOR)
- Transformasi : ByteSub & ShiftRow
- Pencampuran subkey Kesimpulan yg didapat adl :
- AES terbukti kebal menghadapi serangan konvensional (linear & diferensial attack) yg memakai statistik untuk memecahkan sandi.
- Kesederhanaan AES memberikan keuntungan berupa kepercayaan bahwa AES tidak ditanami trapdoor.
- Namun, kesederhanaan struktur AES juga membuka kesempatan untuk mendapatkan persamaan aljabar AES yg selanjutnya akan diteliti apakah persamaan tersebut dapat dipecahkan
- Bila persamaan AES dapat dipecahkan dengan sedikit pasangan plaintext/ciphertext, maka riwayat AES akan berakhir.
- AES didesain dengan sangat hati-hati & baik sehingga setiap komponennya memiliki tugas yg jelas
- AES memiliki sifat cipher yg diharapkan yaitu : tahan menghadapi analisis sandi yg diketahui, fleksibel digunakan dlm berbagai perangkat keras & lunak, baik digunakan untuk fungsi hash karena tidak memiliki weak(semi weak) key, cocok untuk perangkat yg membutuhkan key agility yg cepat, & cocok untuk stream cipher.

Diagram Alir AES

Kembali melihat diagram yg ditunjukkan oleh Gambar 6. Seperti yg terlihat semua proses yg tlh dijelaskan sebelumnya terdapat pada diagram tersebut. Yang artinya adl mulai dari ronde kedua, dilakukan pengulangan terus menerus dengan rangkaian proses SubBytes, Shift Rows, Mix Columns, & Add Round Key, setelah itu hasil dari ronde tersebut akan digunakan pada ronde berikutnya dengan metode yg sama. Namun pada ronde kesepuluh, Proses Mix Columns tidak dilakukan, dengan kata lain urutan proses yg dilakukan adl Sub Bytes, Shift Rows, & Add Round Key, hasil dari Add Round Key inilah yg dijadikan sebagai chiperteks dari AES. Lebih jelasnya bisa dilihat dengan Gambar 13 & 14 yg akan menerangkan mengenai kasus tersebut. Dengan mengetahui semua proses yg ada pada AES, maka kita dapat memakainya dlm berbagai contoh kasus yg muncul di kehidupan sehari-hari.

Implementasi Advance Encryption Standard

AES / algoritma Rijndael sebagai salah satu algoritma yg penting tentu memiliki berbagai kegunaan yg sudah diaplikasikan / diimplementasikan di kehidupan sehari-hari yg tentu saja membutuhkan suatu perlindungan / penyembunyian informasi di dlm prosesnya.

Salah satu contoh penggunaan AES adl pada kompresi 7-Zip. Salah satu proses di dlm 7-Zip adl mengenkripsi isi dari data dengan memakai metode AES-256. Yang kuncinya dihasilkan melalui fungsi Hash.Perpaduan ini membuat suatu informasi yg terlindungi & tidak mudah rusak terutama oleh virus yg adl salah satu musuh besar dlm dunia komputer & informasi karena sifatnya adl merusak sebuah data.

Hal yg serupa digunakan pada WinZip sebagai salah satu perangkat lunak yg digunakan untuk melakukan kompresi. Tapi prinsip kompresi pun tidak sama dengan prinsip enkripsi. Karena kompresi adl mengecilkan ukuran suatu data, biasanya digunakan kode Huffman dlm melakukan hal tersebut. Contoh penggunaan lain adl pada perangkat lunak DiskCryptor yg kegunaannya adl mengenkripsi keseluruhan isi disk/partisi pada sebuah komputer. Metode enkripsi yg ditawarkan adl memakai AES-256, Twofish, / Serpent

[ Bersambung ke sini ]

Contoh Program Advance Entryption Standard (AES)

Source Code Advance Entryption Standard (AES)

Source Code Tutorial belajar Gratis download Flow Chart PDF ZIP RAR DOC Java C# Visual Basic VB PHP Matlab C++ Penerapan implementasi metode algoritma pemrograman

Tutorial belajar Advance Entryption Standard (AES)

VB PHP Matlab C++ Penerapan implementasi metode algoritma pemrograman Source Code Tutorial belajar Gratis download Flow Chart PDF ZIP RAR DOC Java C# Visual Basic

Gratis download Advance Entryption Standard (AES)

Chart PDF ZIP RAR DOC Java C# Visual Basic VB PHP Matlab C++ Penerapan implementasi metode algoritma pemrograman Source Code Tutorial belajar Gratis download Flow

Penerapan implementasi Advance Entryption Standard (AES) Advance Entryption Standard (AES)

Posted by: Project-G Contoh Program Advance Entryption Standard (AES) Updated at : 17.48
Jika Anda perlu source code terkait dengan artikel di atas atau ada yang ingin di tanyakan anda bisa melakukan konsultasi gratis kepada kami, melalui form di bawah. Hasil konsultasi akan di kirimkan ke email Anda. Kami mohon supportnya dengan mengklik beberapa tombol berikut :


Contoh Program Advance Entryption Standard (AES)

perhatian

Informasi Penting Untuk Mahasiswa !

Kami menawarkan layanan jasa konsultan bimbingan pembuatan program untuk Tesis Skripsi dan Tugas Akhir Informatika, Komputer, Elektro dan Teknik lainnya yang bidang minatnya mengarah ke teknologi informasi. BASED PROJECT :Mobile Development (Java, Adobe, AS3, Android, BB, iOS, WPhone dll), Web & Desktop Development (.Net, C#, MATLAB, PHP, Delphi, Visual Basic dll). BONUS : Di bimbing untuk penguasaan materi dan coding dan revisi.
detail
Label: ,
Konsultasi gratis