Metode & Algoritma | List Tutorials | Source Code | About | Sitemap
Konsultan Tesis
Bimbingan dan Konsultasi Tesis Informatika bersama team Project Graduate Indonesia. Konsultasi hanya untuk yang sudah me-Like FB kami (Silahkan LIKE tombol ini jika belum).
. Scroll kebawah untuk memasukan kode AntiSpam Protection. Hasil konsultasi akan kami kirimkan ke email Anda.

Metode Forward Chaining




.


Metode dan Algoritma | Metode Forward Chaining . Anda bisa melakukan konsultasi tentang Metode Forward Chaining melalui form di samping kanan !!!

Forward Chaining (runut maju) berarti menggunakan himpunan aturan kondisi-aksi . Dalam metode ini, data digunakan untuk menentukan aturan mana yang akan dijalankan, kemudian aturan tersebut dijalankan. Mungkin proses menambahkan data ke memori kerja. Proses diulang sampai ditemukan suatu hasil (Wilson,1998).
Metode Forward Chaining disebut juga penalaran dari bawah ke atas karena penalaran dari fakta pada level  bawah menuju konklusi pada level atas yang didasarkan pada fakta. Dalam hal ini pelacakan dimulai dari informasi masukan, dan selanjutnya mencoba menggambarkan kesimpulan.
Dalam sistem pakar ini digunakan metode forward chaining karena untuk memudahkan user dalam mendeteksi suatu penyakit ayam. Pengguna dari sistem pakar ini diantaranya penyuluh peternakan, peternak, dan orang awam. Proses forward chaining dimulai dengan menanyakan gejala-gejala yang ditimbulkan oleh  ayam kepada user, sehingga user dapat mengetahui jawaban yang berupa penyakit yang menyerang ayam tersebut. Namun jika sistem pakar ini menggunakan metode backward chaining yang merupakan pelacakan yang dimulai dari kesimpulan menuju fakta-fakta, jika pengguna dari sistem pakar ini orang awam maka akan sulit bagi user ini untuk memasukkan informasi yang berupa sebuah kesimpulan yaitu penyakit ayam karena untuk seorang yang awam pengetahuan mereka akan penyakit masih sangat terbatas maka untuk lebih memudahkan orang awam dalam memperoleh sebuah keputusan maka proses pelacakan dimulai dengan menanyakan gejala-gejala terlebih dahulu sampai mencapai sebuah keputusan. Jika pengguna sistem pakar ini merupakan penyuluh peternakan atau peternak ayam maka dengan metode forward chaining atau backward chaining tidak terlalu sulit karena pengetahuan mereka akan penyakit ayam lebih banyak dibandingkan dengan orang awam.
 Penggunaan sistem pakar yang menggunakan metode forward chaining di universitas UPN ”Veteran” Jawa Timur ini memang sudah ada, namun adapun hal-hal yang membedakan antara sistem pakar ini dengan sistem pakar yang sudah ada yaitu sistem pakar dengan menggunakan metode forward chaining yang sudah ada pelacakan dimulai dari informasi masukan dan selanjutnya memperoleh sebuah keputusan dan proses inference engine sudah selesai. Akan tetapi pada proses sistem pakar ini dimulai dari pelacakan informasi masukan user dan mencoba mencari sebuah rule yang didasarkan pada informasi masukan user yang selanjutnya mendapatkan suatu konklusi sementara. Setelah memperoleh konklusi sementara proses inference engine masih berjalan yaitu dengan mencari konklusi sementara tersebut yang bertindak sebagai premis di rule lainnya. Maka program akan melanjutkan pertanyaan selanjutnya sesuai dengan rule-rule yang memenuhi konklusi sementara sampai ditemukan sebuah konklusi akhir.
Contoh permasalahan menggunakan Forward Chaining, diketahui kaidah tipe IF..THEN..berikut:
IF A THEN B
IF B THEN C
IF C THEN D
            Pada gambar 3.6 menjelaskan proses inference engine pada sistem pakar ini dengan menggunakan metode forward chaining.
Gambar 3.6 Diagram alir untuk proses forward chaining
Dalam metode ini, data digunakan untuk menentukan aturan mana yang akan dijalankan, kemudian aturan tersebut dijalankan. Untuk langkah-langkahnya sebagai berikut :

  1. Catat fakta pertama yang telah diinputkan oleh user.
  2. Cari rule yang bagian premisnya sesuai dengan fakta yang diinputkan.
  3. Jika rule tidak ada maka cari fakta selanjutnya, kemudian kembali ke langkah no 2.
  4. Jika rule ada maka akan ketemu konklusi sementara
  5. Cari rule yang menggunakan konklusi sementara sebagai premis
  6. Jika rule tidak ada maka penyakit tidak ditemukan.
  7. Namun jika rule terpenuhi cari fakta selanjutnya yang sesuai dengan konklusi sementara.
  8. Cari rule yang menggunakan konklusi sementara dan fakta selanjutnya sebagai premis.
  9. Jika rule tidak terpenuhi maka penyakit tidak ditemukan, namun jika rule terpenuhi maka penyakit ditemukan.




Source Code ActionScript AS3 ASP.NET AJAX C / C++ C# Clipper COBOL ColdFusion DataFlex Delphi Emacs Lisp Fortran FoxPro Java J2ME JavaScript JScript Lingo MATLAB Perl PHP PostScript Python SQL VBScript Visual Basic 6.0 Visual Basic .NET Flash MySQL Oracle Android
Related Post :


Project-G
Judul: Metode Forward Chaining
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh hank2

Anda sedang membaca artikel tentang Metode Forward Chaining, Semoga artikel tentang Metode Forward Chaining ini sangat bermanfaat bagi teman-teman semua, jangan lupa untuk mengunjungi lagi melalui link Metode Forward Chaining.


Posted by: Metode Algoritma Updated at: 04.21

Label

3 Variabel Adaptive Resonance Theory Algorirma RSA Algoritma Algoritma Clonal Selection Algoritma Djikstra Android ANN Annaeling Aritmetika Modulo ART Artificial Neural Network Backpropagation Biometrik Blowfish Brute Force Buble Sort Business Process Management C++ C-Means Caesar Cipher CISM Contoh Contoh Kode Contoh Penerapan contoh program Contoh Soal Corporate Information System Management CRC Cyclic Redundancy Code Deteksi Wajah Dijkstra Djikstra Eigenface Enterprise Resource Planning ERP Expectation Maximization Face Detection Face Extractor Face Recognition Facebook FCFS FCM Filterbank First Come First Server Fisherface FP-Growth Fuzzy ART Fuzzy C-Means Gaussian Generate & Test Genetika greedy Green Computing Huffman image processing Implementasi Information System Risk Management iOS 5 Iris Recognition IS Strategic Planning Jaringan Jaringan Saraf Tiruan jaringan syaraf tiruan Jasa Pembuatan Tesis Skripsi TA Informatika Komputer Java JST K-means knowledge management konsultan tesis informatika kriptografi Kruskal Kruskall Linear Programming list judul informatika LOKI LOOK Low Bit Coding LSB Manajamen Proses Bisnis Manajemen Perubahan MANET Masalah Rute Kendaraan Mass Transport Vehicle Routing Problem Metode Grafik metode LSB Minimum Spanning Tree mobile Mobile Ad hoc Network MTVRP negascout Online Learning Open Shortest Path First OpenCV OSPF PCA Pemrograman Linear Pencarian Akar Pencarian Linear Pencocokan Pengenalan Iris Mata Pengenalan Suara Pengenalan Wajah Pengolahan Citra Pengolahan Citra Digital Pengukuran Garis-Garis Telapak Tangan Penjadwalan Persamaan Linier Pewarnaan Graf Pewarnaan Graph Prim Project and Change Management Quantum Random Waypoint real time tracking Recognition Recursive Large First RLF RMSE Root Mean square Error RSA RWP Sandi Sidik Jari Simulated Annaeling SISP Sistem Verifikasi Biometrik skripsi sorting Source Code Spanning Tree Speech Speech Recognition Steganography Strategic Information Systems Planning Stream Cipher Technopreneurship Traveling Salesman Problem Travelling Salesman problem Tree TSP Voice Recognition Watermaking Web Service Welch dan Powell